Minggu, 11 Juli 2010

Tentang Ayah

Ayahku ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun
tapi selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayahku hanya menyuruh mengerjakan pekerjaan yang ku sukai.
Ayahku slalu membiarkan ku menang dalam permainan ketika aku masih kecil,
tapi dia tidak ingin aku membiarkannya menang ketika aku sudah besar.
Ayahku tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayahku selalu tepat janji!

Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun
ajakanku untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.
Ayahku akan tetap memasang rumah mainanku selama
bertahun-tahun, meskipun aku telah bosan, karena ia tetap ingin aku
bermain rumah-rumahan itu.
Ayahku selalu sedikit sedih ketika melihat ku pergi bermain dengan teman
karena dia sadar itu adalah akhir masa kecilku.
Ayahku mulai merencanakan hidupku ketika tahu bahwa ibu hamil
(mengandungku), tapi begitu aku lahir, ia mulai membuat revisi.
Ayahku membantu membuat impianku jadi kenyataan bahkan diapun bisa
meyakinkanku untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung
di atas air setelah ia melepaskanya.
Ayahku mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu
mencarinya.
Ayahku mungkin tampak galak, tetapi di mata teman-temanku dia
tampak lucu dan menyayangi.
Ayahku sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia
menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak
kepala *_~


Ayahku selalu senang membantuku menyelesaikan PR, kecuali PR matematika
terbaru.
Ayahku lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidupAyahku benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta
bantuan.
Ayahku terlalu lama menunda untuk membawa motor ke bengkel, karena ia
merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.
Ayahku di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia
sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan
rumit itu.
Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" ^_~


Ayahku akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang
dapat memasak tumis kangkung dengan nikmat. *_~
Ayahku mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia
bisa belajar dengan cepat.
Ayahku sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan
malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.
Ayahku paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk
membuatku senang tapi tidak takut.


Ayahku akan memberiku tempat duduk terbaik dengan mengangkatku
dibahunya, ketika pawai lewat.
Ayahku tidak akan memanjakanku ketika sakit, tapi ia tidak akan
tidur semalaman. Siapa tahu aku membutuhkannya.
Ayahku menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau
memberitahuku apa yang harus ku lakukan, tapi ia akan menyatakan
rasa tidak setujunya.
Ayahku percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal
menungguku di depan rumah dengan motor tuanya, untuk mengantarkanku
ke sekolah
AYAHKU ITU MURAH HATI.....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
ku butuhkan.... .
Ia membiarkan orang-orangan sawahku memakai sweater kesayangannya. ....
Ia membelikanku lollipop merk baru yang ku inginkan, dan ia akan
menghabiskannya kalau aku tidak suka.....
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau aku ingin
bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp ku tiap
semester, meskipun aku tidak pernah membantunya menghitung berapa
banyak kerutan di dahinya....
Bahkan dia dengan senang hati mendengarkan nasehatku untuk menghentikan
kebiasaan merokoknya.. ..
Ayahku mengangkat beban berat dari bahuku dengan merengkuhkan tangannya
disekeliling beban itu....
Ayahku akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu"
Ketika ia ingin berkata ,,tidak"
Ayahku tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika
anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.
Ayahku mengatakan "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu
sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik baginya adalah ketika dia melihatku melakukan
sesuatu persis seperti caranya....
Ayahku lebih bangga pada prestasiku, daripada prestasinya sendiri....Ayahku hanya akan menyalamiku ketika pertama kali aku pergi merantau
meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskanku.


Ayahku mengira seratus adalah tip...
Seribu adalah uang saku...
Gaji pertamaku terlalu besar untuknya...

Ayahku tidak suka meneteskan air mata ....
ketika aku lahir dan dia mendengar ku menangis untuk pertama
kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

Ketika aku masih kecil, ia bisa memelukku untuk mengusir rasa
takutku...ketika ku mimpi akan dibunuh monster...
tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang
malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar
selama hampir satu minggu.

Kalau tidak salah
Ayahku pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan
pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar
apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai
besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin
mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang
Menciptakannya"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya
Ayahku berpesan :" Jangan cengeng
meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari
terbaik untuk Ayah dan anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau
gantikan posisi Ayah di hatimu"
Ayahku bersikeras,bahwa anak-anakku kelak harus bersikap lebih baik
daripada aku dulu....
Ayahku bisa membuatku percaya diri...
karena ia percaya padaku...
Ayahku tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba
melakukan yang terbaik....
Dan terpenting adalah...
Ayahku tidak pernah menghalangiku untuk mencintai Allah, bahkan dia akan
membentangkan seribu jalan agar aku dapat menggapai cintaNya, karena
diapun mencintaiku karena cintaNya.

Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk
tumis kangkung paling lezat sedunia, untuk tempat duduk terbaik di bahumu yang begitu kekar
ketika aku ingin melihat pawai, untuk tetes "air mata laki-laki "yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku,
untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati.
Tak akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan.......jazakallah bil jannah,
" semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Allah beri,
Semoga...... .."

Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah, 
Ternyata Ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN!!!

0 komentar:

Posting Komentar