Kamis, 25 November 2010

Sayap-sayap Patah

Wahai langit...

Tanyakan pada-Nya Mengapa DIA menciptakan sekeping hati ini begitu rapuh dan mudah terluka,
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta yang begitu kuat dan kokoh,
Saat berselimut cinta dan asa.
Mengapa DIA menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini 
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terperih

Mengapa DIA menciptakan kegelisahan dalam jiwa
Menghimpit bayangan... Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa
Wahai ilalang... Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini?
Mengapa kau hanya diam... Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini, sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali

Desiran angin yang gemerisik, seolah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan padaku
Aku tak tahu apa maksudnya... Hanya menduga
Bisikannya mengatakan ada seseorang di sebrang samudera sana yg slalu menunggumu dengan setia...
Ia sangat Menghargai apa arti cinta
Saat hatiku terjatuh dan terluka...
Merobek malam menoreh seribu duka

Kukepakkan sayap-sayap patahku, mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu di sudut hatinya  yang kubuat beku
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin Berserakan, sebelum hilang diterpa angin... Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati yg bercampur baur dengan debu...

Ingin ku rengkuh dirinya kembali kedalam peluku Ku
Ingin ku gapai kepingan hatinya  di sudut hatiku...
Namun aku tak berdaya,
Hanya bayangan yang ku dapat

Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya.
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini
Karna Ia telah patah... Tertusuk duri yang tajam
Hanya bisa meratap, Meringis, Mencoba menggapai sebuah pegangan
Walaupun ia terus mencoba memelukku dan membawaku terbang tinggi
Namun aku akan tetap terjatuh,
Karna saat sayapku dipatahkan... Saat itulah aku tidak dapat lagi memegang erat pada setiap sosok yg memelukku
Aku hanya bisa merintih menangis kesakitan,
Karna disetiap rusuk sayapku terdapat garis-garis luka yg tak mungkin dapat disembuhkan
Dengan putaran waktu yang singkat...

Hanya satu yg mampu dilakukan sisayap patah ini disisa nafas yg tersisa
Yaitu melepaskan pelukan itu...
Walaupun sebenarnya ia ingin terbang tinggi meraih satu kebahagiaan seperti layaknya burung2 yg lain...
Namun…
Satu pintaku sebelum aku pergi,  izinkanlah aku katakan sebuah kejujuran…
Aku mencintaimu terlalu menyayangimu, begitulah suara detak jantungku
Begitulah suara desah nafasku, yg slalu mengalir dalam jiwaku…
Walaupun aku tak pernah tau bagaimana mencintaimu…
Tanpa harus slalu dihantui masa lalu dan semua mimpi burukku…

PadaMU Ku Memohon

Ya ALLAH , jika aku bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan ku merindukan kehadirannya. Janganlah biarkan aku, melabuhkan hatiku dihatinya..
Kikislah pesonanya dari pelupuk mataku dan jauhkan dia dari relung hatiku…

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni…
dan tolonglah aku agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku…
Ya ALLAH tolong satukan hati kami…
bantulah aku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya…
berikan aku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya…

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerimaku dengan segala kelebihan dan kekuranganku sebagaimana telah Engkau ciptakan…

Yakinkanlah dia bahwa aku sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan dukaku dengan dia…

Ya ALLAH Maha Pengasih, dengarkanlah doaku ini…
lepaskanlah aku dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU…

Ya ALLAH yang Maha kekal, aku mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk aku…
luka dan keraguan yang aku alami, pasti ada hikmahnya.

Jangan Kau Buka Luka Lama

Naluri hatiku…
sedikit terguris selamanya terhiris
Karna ku tau salahnya hanya padaku
Tiada yg mengerti…
Dan memang tak usah dimengerti.

Usah ditanya mengapa kini aku kian menyepi
Tanyalah hati kecilmu mengapa aku begini
Pasti ‘kan ada jawabnya..

Cinta..
saat kau buat aku yakin untuk melangkah
namun kau juga beri aku segenggam luka
sehingga cahaya pelangi menjadi api,,
selamat jalan cinta,,
selamat berbahagia di atas luka ku,,
biarkan kata merangkai hati
serupa darah dibalik tirai kehancuranku…

Taukah kau hadirmu dulu bagai
pengobat lukaku yg kian parah
Bersama denganmu adalah suatu pengalaman yg indah buatku
Suara kecupan mesramu slalu terngiang2 ditelingaku,
yg membuatku semakin rindu…
 
Aku terbius cinta…
ketika bayang wajahmu slalu hadir
dalam tiap bangun & tidurku
walau sukar untuk kunyatakan
Cukuplah hati ini yang mampu mngatakan
Betapa aku masih menyayangimu...